Guys.
Aku adalah orang jawa yang hidup dengan unggah-ungguh (baca: peraturan) yang tak tertulis. Saya rasa di daerah lain pun seperti itu, entah. Saya belum pernah pergi ke luar Pulau Jawa (kecuali Bali dan Madura) meski suami saya adalah seorang yang berasal dari Sumatera.
Tidak sedikit juga mitos-mitos yang berkembang bahkan diyakini oleh sebagian besar orang di sini. Entah dari mana sebenarnya mitos-mitos itu berasal. Di sini saya akan menuliskan beberapa mitos yang pernah saya dengar dari kerabat maupun dari sahabat. Yang beberapa hal saya yakini kalimat tersebut sangat tidak ilmiah dan tidak beralasan. Sehingga saya merasa itu memang hanya sebuah mitos belaka.
Silakan bantu menjawab atau memberi ulasan di kolom komentar ya :) karena posisi saya sedang hamil anak pertama, so, sebagian besar mitos yang saya tulis di bawah ini berhubungan dengan dunia kehamilan dan sejenisnya.
Cekidot ;)
1. Orang hamil dilarang mandi di atas jam empat sore. Nanti pas melahirkan bisa kembar dara. (pendarahan lebih banyak dari pada normalnya)
Apa menurut kalian tentang kalimat di atas? Jujur secara medis saya belum pernah menanyakan hal ini kepada dokter saya, jadi untuk sementara saya turuti saja, bukan karena saya percaya tapi karena saya memang suka gerah di musim kemarau ini. Jam tiga atau empat udah mandi deh. Segeeerrrr!
2. Kalau lagi hamil nggak boleh minum es. Nanti bayinya besar, susah keluarnya.
Hm~ ini mitos yang cukup mengganggu karena saya adalah orang yang selalu minum air dalam keadaan dingin. Setelah berkonsultasi dengan dokter dan browsing sana sini. Akhirnya saya tahu bahwa yang menyebabkan bayi besar adalah glukosa yang berlebih dalam makanan ibu hamil. Bukan karena suhu.
Tapi, saya merasa sangat tertekan setelah kena omelan dari ibu dan dari bude. Pasalnya, bude dulu bayinya besar di dalam karena beliau suka minum air putih dingin. Katanya meski tanpa sirup dan sejenisnya, bayinya tetep besar karena minum es. Usut punya usut, bude dulu ngidamnya makan mangga. Mangga kan manis tu, lumayan juga kadar glukosanya, apa lagi sekali makan bisa habis sekilo. Dan bude makannya tiap hari tiada henti. So, mangga lah biang keroknya, bukan si air es -__-
Tapi kalau di debat tetep keukeuh. Ngalah aja deh, kalau mau minum dingin ngumpet-ngumpet.
Kata suami, orang dulu begitu kuat percayanya sama mitos karena minimnya pengetahuan dan informasi yang mereka dapat jaman dulu. Jaman dulu juga serba tradisional, nggak pakai ke dokter kandungan cukup pakai dukun beranak. Selesai.
3. Orang hamil nggak boleh pindah rumah. Nanti bayinya muda lagi. (maksudnya, misalkan kita pindah saat usia kandungan enam bulan, maka menurut mereka nanti bayi dalam kandungan kita jadi muda lagi seperti baru usia kandungan lima atau empat bulan. Jadi nanti bisa lahir pas sepuluh atau bahkan sebelas bulan)
Ini yang sangat mengganggu pikiran. Karena dalam waktu dekat saya berencana pindah tidur (baca: pindah rumah) ke rumah lain. Kondisinya sangat tidak memungki kan saya untuk tetap tinggal di tempat yang lama hingga persalinan.
Saya sih mantap aja. Niat baik pasti berbuah baik. Dan mencoba untuk berpikiran positip. Mungkin orang jaman dulu melarang pindah rumah saat hamil karena takut bumil capek hingga menyebabkan keguguran. Untuk hal ini saya sudah sepakat dengan suami. Bahwa, nanti saya cukup menjadi mandor saja, tidak usah ikut angkat-angkat atau jalan kesana-kemari.
Dari sisi psikologi mungkin bisa juga, dikhawatirkan bumil stres karena harus beradaptasi dengan rumah dan lingkungan yang baru. Karena stres pada bumil juga beresiko tinggi untuk bumil dan janin yang ada di dalam perut.
Untuk mitos yang satu ini, saya keep smile aja dan percaya bahwa semua akan baik-baik saja. Toh, banyak juga orang yang pindah rumah saat hamil. Berdoa semoga Allah melindungi kami sekeluarga. Amiin.
Jempol udah mulai pegel karena postingnya pakai HP. Sementara tiga mitos itu dulu ya, disambung lagi lain waktu.
See you...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar