The Bird

Selasa, 15 September 2015

Mantan Supervisor


"What? Kenapa ayah resign dari kerjaan ayah? Nanti cicilan rumah dan belanja dari mana yah? Bunda kan udah nggak kerja, dagangan juga untungnya segini aja."

"Bunda... Sejak awal kita menikah kita punya kan dana darurat? Sementara kita pakai dulu dana darurat itu ya bun... Ayah mau cari kerja yang lainnya."

"Iya tapi kenapa ayah tiba-tiba keluar? Ada masalah?"

"Nggak ada, hanya saja ayah merasa kalau jadi supervisor di pabrik ini, ayah nggak bisa berpenghasilan lebih, ayah ingin kita punya tabungan lebih buat anak kita kelak," jawab Sukirman sambil mengusap perut istrinya yang sedang mengandung anak pertama mereka.

"Lalu ayah mau cari kerja di mana?"

"Di mana saja bisa bun, doakan ayah ya..."

Sungguh hal yang sangat tidak wajar dan aneh. Sukirman melepas begitu saja karirnya yang sedang memucak, ia bahkan akan dinaikkan jabatannya menjadi seorang manager. Tapi ia malah memilih utuk mengundurkan diri dan mencari pekerjaan lain. Sebenarnya pekerjaan macam apa yang diinginkan oleh Sukirman?

"Selamat anda di terima dan bisa mulai bekerja besok."

"Terimakasih Pak."

Tak begitu lama Sukirman mendapatkan pekerjaan baru. Ia bekerja sebagai Sales. Bukan sembarang sales. Barang yang dijualnya tidak ada yang berharga murah. Pelanggannya bukan perorangan melainkan suatu perusahaan atau pabrik. Ia bekerja menjual berbagai macam kebutuhan peralatan pabrik.

Sejak saat itu Sukirman merasa menjadi lebih hidup. Ia tidak lagi merasa bekerja dalam penjara. Ia mempunyai banyak relasi dan kenalan baru dalam pekerjaannya yang baru ini, dimana relasi dan kenalan barunya ini juga membuka rejeki dan memperluas peluang usaha rumahan istrinya.

Ia senang meski ia tidak memiliki tahta atau jabatan, tetapi gaji, penghasilan, pengetahuan, kenalan dan pengalamannya bertambah.

"Oh, suamimu cuma kerja jadi sales sekarang? Bukannya dulu supervisor? Korupsi ya?"

Tidak sedikit tetangga yang suka usil dengan komentarnya yang pedas. Seulas senyum cukup untuk menjawab perkataan mereka yang selalu ingin tahu.

Sekian...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar