Berbagai rasa penasaran memenuhi hati dan pikiran. Seperti apa isi dalam perutku ini? Setelah tujuh minggu tidak kedatangan si merah.
Berbekal info dari internet aku dan dia berangkat menuju ke sebuah alamat yang telah kami catat sebelumnya. Alamat seorang dokter SpOG. Ini adalah pengalaman pertamaku.
Setelah sampai di tempat tujuan kami tidak menyangka bahwa antrian pasiennya akan sepanjang itu. Sebenarnya kami mendapat nomor antrian sebelas, tapi karena datang terlambat akhirnya kami harus menunggu satu atau dua pasien dulu memasuki ruang periksa. Dan ketika namaku dipanggil oleh para perawat.
"Nyonya Adinda Kumala, silakan."
Jantungku berdebar. Akan seperti apa pemeriksaannya nanti.
"Assalamualaikum," sapa dokter SpOG itu. Ia seorang wanita berjilbab yang cantik dan anggun. Meski mukanya terkesan agak dingin padahal senyum menghias di bibirnya.
"Wa'alaikumsalam bu dokter," sahutku dan dia bebarengan.
"Ada keluhan apa bu?"
"Nggak, cuma mau periksa kehamilan awal. Sudah tes sendiri hasilnya positif, terakhir mens tanggal 3 Juni 2015 bu dokter," jelasku panjang lebar.
"Umm, oke... Kita USG dulu ya... Mari silakan di ruangan ini bu."
Aku, dia, bu dokter dan seorang perawat berjalan menuju ke sebuah bilik bertirai gorden tebal. Di dalamnya ada sebuah TV plasma 29" yang digantung di tembok, sementara persis di bawah TV ada sebuah kasur dari busa yang membujur dalam satu garis lurus. Di sebelah kasur ada sebuah alat yang aku duga itu adalah alat USG.
"Silakan baring di sini bu," kata sang suster, ia lalu melumuri perutku dengan cairan gel.
Bu dokter lalu menempelkan alat seperti spatula di atas perutku yang telah dilumuri gel tadi. Voila! Terpampanglah isi dalam perutku.
"Bu Adinda, ini dalam perut ibu sudah terlihat kantong janinnya... Mari kita perbesar gambarnya ya..." kata dokter sambil mengulik mesin di depannya dan menekan-nekan lembut perutku.
Aku lirik dia. Dia hanya tersenyum padaku sekilas lalu kembali fokus memperhatikan layar plasma. Aku mengikuti pandangannya.
"Nah... Selamat, ibu memang hamil, di sini sudah terlihat janinnya. Ini dia janin ibu dan bapak. Panjangnya sudah mencapai 1,38cm, usia kandungan tujuh minggu lima hari. Oya, mari kita cek apa sudah ada denyut jantungnya."
Dug dug dug dug dug dug
"Nah sudah ada denyutnya, 165denyut per menit. Dari perkembangan ini berarti kondisi ibu dan janinnya normal. Ada yang di tanyakan?"
"Nggak bu dokter, cukup jelas. Terimakasih."
Aku merasa cukup dan tidak ada pertanyaan. Hasil USG sudah cukup jelas, karena masih sangat kecil aku tidak mau merepotkan dokternya untuk bertanya-tanya yang mana kepala dan lain sebagainya. Lanjut ke sesi konsultasi saja. Bahagia rasanya mengetahui ada sesuatu yang paling ditunggu sudah ada di dalam perut. Nggak sabar untuk menanti perut ini membesar dan melihat perkembangannya di dalam.
Suara denyut jantung tadi terngiang-ngiang di telinga hingga terbawa mimpi. Sehat terus sayang...
Sampai jumpa di layar plasma bulan depan dedek... Baik-baik dalam perut bunda yaa.
Sekian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar