The Bird

Kamis, 23 Mei 2013

Gubrak!!

Sudahlah, masa lalu adalah milikku... Masa depan juga milikku, tapi semua masih menjadi rahasia Illahi.

Kemenangan gemilang kuraih selama ini tentu dengan perjuangan. Tidak ada kata berhenti dan menyerah dalam sejarah hidupku.

Memiliki puluhan piala dari berbagai kejuaraan. Memiliki seorang pacar yang menjadi dambaan setiap orang.

Sayang, aku tak seberuntung mereka. Mengabadikan segalanya bersama orang tua mereka. Ibu yang selalu memberiku petuahnya kini sedang bekerja di luar negeri. Ayah? Pergi entah kemana tak pernah kembali semenjak usiaku baru tujuh tahun. Setiap selesai Sholat, aku selalu berdoa untuk dipertemukan lagi dengan mereka. Melihat sinar bangga di mata mereka. Merasakan pelukan mereka.

Pagi ini do'aku terjawab. Semalam, tiba-tiba Ibu menelepon, memintaku untuk menjemputnya di bandara pagi ini. Dengan mengenakan pakaian terbaikku aku berangkat.

"Sial, macet dimana-mana" gerutuku saat melihat deretan kendaraan yang berhenti di depan lajurku. Akhirnya kuputuskan untuk turun dari taksi dan naik ojek.

Croott!! Sebuah mobil mewah melintas di hadapanku. Seketika itu juga kubangan air memuntahkan airnya ke arahku.

Sial!

Saat hendak menyebrang aku menemukan sosok Ayah. Langsung saja tanpa pikir panjang aku berlari ke arahnya.

"Ayaaaahh!!!"

Tiiin... Tiiinn... Tiiinn...

Bruak! Kurasa aku telah tertabrak.

Byuuurrrr!!

"Ujaaangg!!! Mau tiduuurr sampai kapan? BANGUUN!!" Suara cempreng Ibu membangunkanku.

Ah, rupanya dunia yang hampir sempurna tadi hanya ada dalam mimpiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar