The Bird

Senin, 27 Mei 2013

Ayah

Kurasakan angin bertiup semilir
Menerbangkan debu-debu yang perlahan menyapu wajahku
Menyusup hingga ke sela mataku
Hingga kurasakan pedih dan perlahan kurasakan air mata mulai menggenang dipelupuk mata
Mengalir melewati pipi, meninggalkan jejak basah
Mungkin air mata ini mewakili perasaan sedih yang tengah kurasakan
Luka yang amat menyakitkan
Menyesakkan dada…
Sangat menyiksa…
Dan kini membuatku menghabiskan air mata…
Aku kehilangan seseorang yang sangat kusayangi
Seseorang yang bahkan belum pernah kulihat
Walau hanyha dalam mimpi sekalipun…
Aku takkan pernah merasakan kasih sayangnya…
Belaiannya…
Semuanya itu benar-benar mimpi
Dan aku sadar akan itu
Aku rindu padamu…
Ayahku…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar