Aku bukan orang yang tiba-tiba dapat merangkai kata
Tidak
Bukan
tapi kali ini aku ingin merakitnya satu atau dua untukmu...
Agar aku dapat selalu mengenangmu
di sini
di tepian peron stasiun kereta api
Aku membingkai wajahmu dalam jendela-jendela gerbong kereta
yang tiba
Agar aku dapat merasakan manisnya rasa rindu padamu
di sini
di shelter para penjemput penumpang bus kota
Menitikkan setetes air mata saat melihatmu
Berjalan...
merangsek di antara kerumunan orang
dengan wajah lelah dan senyuman hangatmu
Agar aku dapat menyimpan semua kenangan indah tentangmu
di sini
di hatiku yang telah kau miliki
Agar aku selalu dapat menjadi satu-satunya ratumu
di sini
di rumah ini, istana kita
Tak ada lagi rindu yang tertahan hari, rinduku kini hanya berhitung dalam jam
Tak ada lagi gerbong kereta yang aku nanti, yang aku nanti hanya raungan mesin motormu saat senja
Tak ada lagi wajah lelahmu sedari perjalanan panjang yang aku dapati, kini wajah lusuh nan berpeluhmu yang menghiasi
Terimakasih
Atas kenangan indah saat menjadi kekasih dulu
dan terimakasih
Untuk semua perjuangan dan pengorbananmu untukku, istrimu.
Aku sayang kamu suamiku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar