The Bird

Kamis, 18 Juni 2015

Panggung Palsu


Sayang... Kau tahu apa terpikir olehku saat aku melihatmu malam ini? Aku sedang berpikir tentang kita.

Indahnya bila mataku berpadu dengan matamu. Wajahku berpadu dengan wajahmu. Hidupku bersama dengan hidupmu. Satu. Dalam surga kita, di istana kita. Didampingi oleh seorang malaikat yang kecil yang dikirimkan Tuhan untuk kita. Perpaduan antara kau dan aku.

Blup!
Kelebatan imaji barusan bak gelembung yang tiba-tiba meletus di udara. Aku tersadar.

Kita tidak sedang berada di dunia nyata. Ini semua hanya rekaan, ilusi dan kepalsuan yang kita hadirkan di atas panggung. Ketika kau menatap kedua mataku, mungkin dunia berhenti berputar. Ketika kau mengalihkan pandanganmu ke barisan senar panjang pada gitar itu, aku merasa terbangun dan melanjutkan semua sandiwara.

Menari. Menyanyi. Tersenyum. Jatuh cinta. Bahagia. Semua rasa bercampur menjadi satu di atas pentas.

Ketika semua usai. Aku menahan pose andalan barang sejenak sambil terus menatapmu.

Blub!
Gelembung kebahagiaanku kembali meletus di udara. Aku tersadar. Cukup sekian kebersamaan kita. Singkat. Aku kecewa.

Sosokmu terasa begitu jauh di mataku, meski sebenarnya engkau hanya dua hasta di hadapku. Aku semakin larut. Sosokmu semakin menghitam. Jauh. Tak lagi terlihat oleh mataku yang dibutakan oleh cinta. Kau tak terjangkau bagiku di dunia nyata.

Hanya bisa berharap, kau akan kembali bersanding denganku untuk memetik gitar, menyanyi, menari dan bertingkah layaknya kekasihku di atas panggung. Panggung sandiwara.

Dan hujan menghapus jejak air mataku...

Dee~150615

Tidak ada komentar:

Posting Komentar