Benarkah itu kau? Apa aku sedang bermimpi? Ah yang benar saja. Kau adalah hal terburuk yang pernah terjadi padaku.
Tidakkah kau ingat dulu saat kita bersama? Menghabiskan waktu siang dan malam berdua?
"Aku akan bersamamu selamanya"
Begitulah kataku pada saat itu, disaat semua keadaan belum berubah. Saat kau belum mengacaukan semuanya.
Beraninya kini kau muncul di hadapanku? Setelah kau porak-porandakan hidupku. Kau coreng mukaku di hadapan umum. Mempermalukan aku. Luka ini begitu dalam dan tak akan pernah hilang.
Pergilah!! Aku tak mau melihat wajah lugumu itu. Aku tak akan terkecoh oleh mata bulat memohon belas kasih itu lagi.
Aku sudah terlampau sakit. Melihat wajahmu bahkan selalu mengingatkan aku tentang kenangan buruk itu.
Ketika kau mengambil makananku di meja sebuah restauran mewah, memakannya dengan rakus seakan aku tidak pernah memberimu makan selama satu tahun. Kau tendang kopi hingga tumpah ke gaun putihku yang maha mahal itu. Sebenarnya itu bukan yang paling menyakitkan, yang paling tidak dapat ku maafkan adalah saat kau mencakar pipiku yang mulus ini. Lalu menggigit hidungku hingga berdarah.
"Meooggg!!!"
Dasar kau kucing nakaaal!!!!
"Pergi!!! Pergi kau dari sini, gara-gara kau aku jadi model yang tak laku, bekas cakaranmu ini nggak bisa hilang. Pergi!!!"
Tidakkah kau ingat dulu saat kita bersama? Menghabiskan waktu siang dan malam berdua?
"Aku akan bersamamu selamanya"
Begitulah kataku pada saat itu, disaat semua keadaan belum berubah. Saat kau belum mengacaukan semuanya.
Beraninya kini kau muncul di hadapanku? Setelah kau porak-porandakan hidupku. Kau coreng mukaku di hadapan umum. Mempermalukan aku. Luka ini begitu dalam dan tak akan pernah hilang.
Pergilah!! Aku tak mau melihat wajah lugumu itu. Aku tak akan terkecoh oleh mata bulat memohon belas kasih itu lagi.
Aku sudah terlampau sakit. Melihat wajahmu bahkan selalu mengingatkan aku tentang kenangan buruk itu.
Ketika kau mengambil makananku di meja sebuah restauran mewah, memakannya dengan rakus seakan aku tidak pernah memberimu makan selama satu tahun. Kau tendang kopi hingga tumpah ke gaun putihku yang maha mahal itu. Sebenarnya itu bukan yang paling menyakitkan, yang paling tidak dapat ku maafkan adalah saat kau mencakar pipiku yang mulus ini. Lalu menggigit hidungku hingga berdarah.
"Meooggg!!!"
Dasar kau kucing nakaaal!!!!
"Pergi!!! Pergi kau dari sini, gara-gara kau aku jadi model yang tak laku, bekas cakaranmu ini nggak bisa hilang. Pergi!!!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar